KABUPATEN GIANYAR: Siswa Sekolah Jadi Target Wisata Purbakala

gianyar-map

Peta Kabupaten Gianyar


 

Kabupaten Gianyar terkena kaya akan peninggalan sejarah dan purbakala. Namun, banyak generasi muda yang belum paham betul sejarah dan peninggajan tersehut. Museum dan peninggajan purbakaja selarna ini hanya dikonsumsi wisatawai domestic dan mancanegara saja, padahal penting untuk diperkenalkan lebih detail kepada generasj muda Gianyar

Nah, Untuk memberdayakan siswa sekolah lebih mengenal dan mencintai peñinggalan tersebut, Pemkab Gianyar mengimbau agar pihak sekolah mengajak siswanya untuk studi tour ke museum-museum seni budaya maupun museum peninggalan purbakala yang ada di
Gianyar

Tak dipungkiri, museum seni dan purbakala yang ada di Gianyar menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Seining berjalannya waktu, museum mi banyak dikunjungj wisatawan baik
domestik maupun mancanegana. Namun di satu sisi, museum yang juga berfungsi sebagai tempat pendidikan, tidak mendapat tempat di hati para pelajar. Terbukti, jarang ada
sekolah yang menjadikan museum sebagai tempat studi tour.

Rendahnya minat siswa sekolah untuk berkunjung ke museum membuat Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata beberapa waktu lalu pnihatin. Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan kualitas seni akan turun. Himbauan pun ditujukan kepada sekolah-sekolah di Gianyar untuk menjadikan museum sebagai tempat kunjungan belajar. Pasalnya, keberadaaan museum selain sebagai obyek wisata, namun juga sebagai tempat pendidikan karena banyak peninggalan sejarah yang menjadi koleksi museum. Penegasan himbauan ini dilakukan karena kekhawatiran akan turunnya kualitas seni jika tidak dibarengi dengan pemahaman arti seni budaya sesungguhnya yang ada di museum-museum

Untuk itu diharapkan sekolah-sekolah termotivasi untuk melakukan rencana kunjungan ke museum sesuai dengan pelajaran sekolah. Terutama untuk TK, SD, dan SMP. Umumnya tingkatan usia tersebut memilki daya ingat tinggi. Apa yang mereka lihat, rasakan, dan pahami ketika melihat lukisan, patung, atau benda peninggalan purbakala, maka ingatan mereka akan terpatri sampai dewasa.

Ketua Himpunan Museum Bali (HIMUSBA) Anak Agung Rai sangat salut dan mendukung kebijakan Bupati Gianyar. Diakui, kunjungan siswa sekolah selama ini ke museum sangat jarang. Siswa sekolah yang banyak berkunjung malah dan luar daerah bahkan luar negeri. Ini menunjukkan betapa kurangnya pemahaman tentang manfaat keberadaan museum dari sekolah lokal. Selain itu, masih adanya anggapan museum hanya untuk konsumsi wisatawan.

Hal senada diungkapkan pemilik Museum Neka, Pande Wayan Suteja Neka. Bahkan Museum Neka sudah proaktif dengan mengirim surat ke sekolah-sekolah agar memasukan kegiatan berkunjung ke museum-museum. Beliau beranggapan bahwa salah satu fungsi museum adalah untuk kepentingan pendidikan, pengetahu dan penelitian. Untuk itu, para siswa sangat dipersilahkan untuk datang dan mengunjungi museum. Selama ini kunjungan pelajar masih bisa dihitung dengan jari. Itu pun pelajar dan luar daerah. Tetapi kalau kunjungan wisatawan domestic dan mancanegara sangat ramai. Jangan sampai, museum yang ada di daerah sendiri, tidak diketahui koleksinya oleh siswa.

 

Ssumber: PASWARA ed.21: 240714-060814

Advertisements

TAMAN KOTA CIUNG WANARA: Harus Kedepankan Unsur Seni

Taman Kota

Taman Kota Ciung Wanara


Rencana penataan taman kota Ciung Wanar Gianyar untuk menyediakan kawasan terbuka hijau mendapatkan dukungan penuh dari kalangan DPRD Gianyar. Namun, para wakil rakyat ini sangat berharap dalam penataan taman kota nantiknya benar-benar mengedepankan unsure senni budaya sehingga menguatkan julukan Gianyar sebagai Kota Seni dan Budaya

Ketua fraksi Bhineka Tunggal Ika, IB Menu Atmaja mengatakan, pada dasarnya pihaknya sangat mendukung penataan taman kota Ciung Wanara. Terlebih upaya untuk menyediakan ruang terbuka hijau kota. Kader Hanura ini hanya menekankan agar dalam penataan nantinya, lebih mengedepankan unsure seni sehingga bisa menguatkan identitas Gianyar sebagai daerah seni dan budaya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Gianyar, Nyoman rjawa. Kader PDIP asal Buruan, Blahbatuh ini lebih cendeerung setuju karena penataan taman kota ini nantinya akan menunjang Gianyar sebgai Kota Layak Anak (KLA). Menurutnya, untuk menjadi Kota Layak Anak, memanang sudah wajib disediakan fasilitas pendukung, seperti areal bermainn bagi anak-anak. Baginya, perhatian kepada kebutuhan anak-anak sangat penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas kedepannya. Dengan penyediaan fasilitas bermain bagi anak-anak, secara otomatis akan memberikan kesempatab kepaada mereka untuk menikmati masa kanak-kanaknya, sehingga nantinya diharapkan bisa nehadi peribadi yang mandiri

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Gianyar menggelar rapat koordinasi terkait rebcana konstruksi taman kota Ciung Wanara yang akan ditampilkan sebagia salah satu ikon Kota Gianyar serta mewujudkan rung terbuka hijau yang memberikan mafaat ekologi, social, dan estetiak. Sebagaimanan diketahui, saat ini terdapat beberapa permasalahan kompleks yang terjadi di sekitar taman kota Ciuang Wanara. Seperti kerawanan lalu lintas, terutama di sebelah timur taman kota , kondisi taman yang kuranng terawatt, struktur lantai area taman yang rendah, pelataran patung utama yang memerlukan penanganan berkelanjutan, vegetasi di sekitar taman yag perlu diremajakan serta kurangnya elemrn pelengkap pemandangan dan saran pendukung di areal taman.

Sumber: PASWARA, ed.21: 240714-060814

 

KABUPATEN GIANYAR: Layak Jadi Kabupaten Arkeologis

Pura Masceti

Pura Masceti, Desa Medahan



Kabupaten Gianyar layak dijuluki kabupaten arkeologis di Bali, bahkan di Indonesia. pasalnya, wilayah yang memanjang dari utara ke selatan ini kaya akan sumber daya kepurbakalaan karena ribuan benda purba berbagai rupa ‘menghuni’ wilayah ini. Dari ribuan benda purba, puluhan diantaranya masuk cagar budaya datau situs terbanyak pada kawasan pura

Seiring pesatnya pembangunan fisik yang ditandai peningkatan galian ke dalam tanah, masyarakat Gianyar dipastikan akan menemukan benda purbakala. Terakhir, warga Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dikagetkan dengan kemunculan sebuah peti mayat manusia jaman purba atau sarkofagus di banjar setempat. Lokasi temuan sarkofagus ini tepatnya di sebelah kanan belakang pintu sebuah villa milik Sures M asal India saat proses pembuatan villa tersebut. Tanah di atas villa ini bekas tanah milik Gusti Putu Simpang, warga Banjar Timbul, Desa Pupuan. Sarkofagus sepanjang 120cm dengan tinggi 55cm dan lebar 55cm ini ditemukan dalam kotak sarkofagus yang di dalamnya juga ditemukan periuk kecil yang sudah pecah.

Temuan benda purba ini bermula ketika beberapa buruh bangunan di villa saaat menggali tanah di belakang pintu villa dikagetkan dengan kemunculan benda itu. Buruh itu bernama Kadek Budiasa yang tinggal di Banjar Badung, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng dan I Wayan Pageh yang tinggal di Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Pada saat menggali, pondasi tembok villa Budi Asa dan Wayan Pagah melihat benda yang menurutnya aneh. Setelah dicek, ternyata benda itu berupa Sarkofagus. Posisi peti mayat ini menhadap ke atas tanpa tutup dan sudah dalam keadaan pecah dua. Sepertiganya terpiusah pada bagian ekor. Pada bagian depan berisi dua patung kepala manusia yang menempel pada peti itu dan di dalam keropak berisi dua periuk kecil.

Nyoman Karyasa, karyawan bidang instalasi pipa dan distrik di villa itu, mengatakan karena sarkofagus ini sebuah temuan, maka pihaknya menyamopaikan kepada mantan pemilik tanah ini, Gusti Aji Simpanng, lanjutnya, disampaikan ke Bendesa Subak Abian, Timbul.

Buruh bangunan, I Wayan Page, mengaku sehari sebelum menemukan sarkofagus, dirinya sempat bermimpi bahwa lokasi villa ini mirip dengan Geriya. Mimpinya itu berbuah temuan peti maya, tempatnya pada Anggara Kliwon/Kajeng Kliwon Wuku Tambir. Dalam mimpi itu, dia mellihat ada nak lingsir lanang istri (orang suci laki-perempuan) berpakaian serba putih-putih. “Tahu-tahunya, esok hari-hari saya temukan peti mayat kuno di villa ini,” Ujarnya. Selama bekerja pada proyek villa, di sisi timur-timur Tukad Timbul itu hingga pasca temuan sarkofagus, pagah dan buruh lainnya belum pernah merasakan gangguan. Guna mengamankan benda itu, Bendesa Subak Abian Banjar Timbul di Desa Pupuan, Gusti Made Oka  Suta Wijaya melaporkan ke Kepala Desa Pupuan, lanjut ke Dm karma inas Purbakala Bali, dan Polsek Tegallalang.

Nyoman Keryasa menambahkan, pemilik villa, Sures M sempat menginginkan agar sarkofagus ini tetap dilestarikan di areal villa. Namun, pihak Subak Abian Timbul menginginkan agar benda ini di istanakan di Pura Gunung Sari yang disungsung karma subsk Abian Timbul. Karena benda ini ditemukan di wilayah subak yang menjadi wiwidangan (wilayah) Subah Abian Timbul.  Untuk sementara, sarkofagus ini masih diamankan di areal villa milik Sures M dihubungii terpisah. Bendesa Subak Abian Timbul, Gusti Made Oka Suta Wijaya mengakui, sesuai peraren karma subak, jik adi wilayah subak ini ditemukan benda-benda purbakala, maka karma subak wajib menghaturkan ke subak. Benda ini akan kalinggihang (diistanakan) di Jaba Tengah Pura Gunung Sari, Banjar Timbul, Desa Pupuan. “Kami masih mencari hari baik untuk memindahkan sarkofagus itu di areal vila ke Jaba Tengah Pura Gunung Sari,”Ujar Oka Suta Wijaya

Penemuan benda ini telah ditinjau pihak Purbakala Bali. Dari hasil penelitian, pihak Purbakala Bali mengetahui sarkkofagus ini berumur antara 2000-2500 SM. Dari angka tahun itu, petugas mengetahui benda ini serupa dengab beberapa kali temuan yang sama di wilayah Desa Keramas, Kecamata Blahbatuh, kabupaten Gianyar, sekitar enam tahun lalu

Sumber: PASWARA, ed. 21: 240714-060814

 

DESA MEDAHAN: Dari Surfing Hingga Wisata Spiritual

Pantai Masceti

 Pantai Cucukan, Desa Medahan

 


Pantai Cucukan dan Pantai Masceti meski berada di wilayah Desa Medahan dan berjarak sekitar 1 km satu sama lainnya, namun karakteristik kedua pantai ini sangatlah berbeda. Ombak Pantai Masceti tidak terlalu tinggi dan tenang, sedangkan ombak di Pantai Cucuckan lebih tinggi dan terkesan ‘garang’

Pantai cucukan sangat cocok dikembangkan sebagai lokasi ‘surfing’. Pantai Cucukan sering dikunjungi oleh para pencinta surfing yang kebanyakan adalah surfer asing. Mennurut pedagang setempat, hampir setiap hari, ada saja surfer asing yang datang berkunjung untuk surfing. Apalagi pada saat ada event surfing berskala internasional di Pantai Keramas yang memang terkenal sebagai surga surfing. Kehadiran para peselancar, menurut pedagang setempat adalah alasan alasan pedagang itu berjualan di pantai tersebut. Kehadiran para peselanjar membantu kelancaran usaha dagangnya. Melihat potensi ini, kiranya pengembangan wisata bahari, khususnya surfing layak untuk dipertimbangkan oleh Pemerintah Desa yang bekerja sama dengan Desa Pakraman. Apalagi ditambah dengan amenitas wisata, seperti villa yang sudah banyak ada di sepanjang pantai

Sementara itu, pantai Masceti dengan ombaknya yang tenang serta keberadaan pura masceti dan lahan pertanian di sekitarnya, sangat cocok dikembangkan sebagai lokasi wisata spiritual di sebelah utara pura masceti. Sempat dikatakan paprebel Desa Medahan, I Gusti Agung Putu Sweta bahawa sudah ada investor yang mengontrak lahan di sekitar pura masceti untuk menjadikannya tempat meditasi dan yoga tanpa mengalihfungsikannya. Akan tetap berupa lahan persawahan, hanya ada beberapa pondok-pondok ramah lingkungan yang dijadikan sebagai tempat bermeditasi. Pemilik lahan yang dikontrak lahannya tetap bisa menggarap lahan. Wisata spiritual ini memanfaatkan suasana suasana alam sekitarnya berupa persawahan dan suara debburan ombak sebagai daya tariknya. Agung Sweta optimis bahwa pengembanngana wisata spiritual ini berdampak positif masyarakat Medahan. Baik secara ekonomi dan social maupun budaya

 

Sumber: PASWARA, ed. 21: 240714-060814

Continue reading

Desa Medahan Sejuta Pesona

20140717_14471620140724_145544

Desa Medahan merupakan desa yang kental dengan wisata spiritual, alam, olahraga dan rekreasi. Bertempat Kecamatan Blahbatoe, Bali, Indonesia, kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Dengan Motto : Medahan Bersinar (Bersih, Indah dan Lestari) menjadi pesona tersendiri sebagai tujuan istimewa pariwisata indonesia. Kunjungi

1. Fanpage terkait Desa Medahan di : https://www.facebook.com/DesaMedahan

2. FB Account Desa Medahan di : https://www.facebook.com/profile.php?id=100005333958180

3. Dan, Twitter Account Desa Medahan di : @DesaMedahan

Simak berbagai info menarik terkait Desa Medahan dengan Pesona Alam dan Spiritualnya!! COME VISIT US, Salam dari Gianyar, Bali.